Opini Aktual

Selasa, 29 Januari 2019

Bershalawat Kepada Nabi

Bagi kebanyakan pendapat umat Islam, bershalawat kepada Nabi saw hukumnya adalah Sunnah, yaitu apabila dikerjakan akan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa. Namun sebaliknya, bagi orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang sudah tetap komitmen dan pernyataan keyakinannya kepada Allah swt, hukumnya bershalawat kepada Nabi saw adalah wajib. Karena bershalawat kepada Nabi saw adalah salah satu hal yang diperintahkan Allah swt.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS 33:56)

Dalam hal bershalawat kepada Nabi saw, guru kita mengajarkan bahwa dasarnya adalah ikhlas. Artinya ialah bahwa dalam hal bershalawat kepada Nabi saw, kita tidak boleh mengharapkan ataupun meminta apapun juga sebagai imbalannya, tidak juga pahala. Jadi benar-benar ikhlas.

Banyak orang yang dengan mengamalkan shalawat sebanyak-banyaknya mereka meminta kesaktian, mengharapkan keajaiban, atau mengharapkan rezeki dari Allah swt. Hal-hal tersebut adalah pertanda bahwa amalan shalawat yang dilakukannya sebenarnya tidak sepenuhnya ikhlas.

Selanjutnya guru kita juga mengajarkan agar supaya bershalawat itu tidak dengan dinyanyikan atau diiringi dengan musik. Karena shalawat bukanlah merupakan sebuah lagu ataupun bagian dari alunan musik. Sebagaimana juga apabila kita sholat, ataupun kita membaca alunan kitab suci al-Quran, maka tidak dibenarkan kita mengiringinya dengan musik, ataupun menyanyikannya seperti sebuah lagu.

Selain itu guru kita juga mengajarkan bahwa shalawat itu harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw dahulu. Jadi bukan dari hasil mengarang sendiri syair yang indah untuk Nabi saw.

Dan yang terakhir, guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya untuk tidak memperjual-belikan shalawat dan mengambil keuntungan darinya. Karena shalawat adalah salah satu untaian kalimat yang berasal dari Allah swt lalu diajarkan oleh Rasulullah saw kepada kita semua umatnya. Jadi kalimat shalawat itu sejatinya merupakan kalimat Allah swt, dan kalimat Allah swt tersebut tidak boleh kita perjual-belikan dengan harga yang rendah.

وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
“Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa yang ada padamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.” (QS 2:41)

Pada hari ini banyak sekali kita jumpai beberapa orang yang kemudian mengkomersialkan ataupun menjual shalawat Nabi saw dengan harga yang rendah. Hal ini tentu saja melanggar perintah Allah swt di atas dan tidak termasuk dalam menghormati Nabi saw. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 23.56