Opini Aktual

Sabtu, 06 Juli 2019

Dimanakah Allah swt ?

Dimanakah Allah swt itu? Dimanakah Tuhan kita semua itu berada? Ada yang mengatakan Allah swt berada di Arasy yang mulia. Ada juga yang mengatakan Allah swt itu berada nun jauh di sana, di atas langit yang ketujuh. Ada juga yang mengatakan bahwa Allah swt berada di dalam surga, sehingga kelak nanti apabila kita masuk surga kita akan bertemu dengan Allah swt.

Benarkah pemahaman yang demikian itu semuanya? Jawabannya adalah salah. Semua jawaban dan pemahaman tersebut adalah keliru adanya. Semua itu bersumber dari ketidakmengertian, ketidaktahuan tentang Allah swt.

Menanyakan posisi Allah swt yang Maha Ghaib, adalah sama saja dengan menanyakan hari kamis itu berada dimana? Atau jam sepuluh itu ada dimana? Tidak relevan bukan…? Nah demikian juga halnya dengan mempertanyakan lokasi Allah swt. Oleh sebab itu maka tepatlah kiranya jawaban dari guru kita, bahwa Allah swt bertempat di Allah swt itu sendiri.

Surga yang demikian kecil itu tidak mungkin sanggup menampung Allah swt. Demikian juga dengan alam semesta dan seisinya itu, tidak sanggup untuk menampung Allah Yang Maha Besar.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS 50:16)

Apa maksud ayat tersebut di atas bahwa Allah swt lebih dekat daripada urat leher kita? Maksudnya ialah bahwa Penglihatan itu adalah berasal dari Yang Maha Melihat, bukan dari mata. Pendengaran itu adalah berasal dari Yang Maha Mendengar, bukan dari telinga. Oleh karena setiap saat kita itu melihat, mendengar dan mengecap rasa, maka semua itu pada hakekatnya berasal dari yang Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Halus.

Nah, bukankah penglihatan, pendengaran dan pengecapan rasa itu semua lebih dekat dibandingkan dengan urat leher kita? Begitulah Allah swt menjelaskan sebagian dari Rahasia Keberadaannya.

Oleh sebab itu, jadilah kita manusia yang senantiasa merasa dekat dengan Allah swt, karena memang kenyataannya begitu. Dekat, melekat dan tidak berpisah dari Yang Maha Melihat. Semua yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan itu nantinya akan dimintakan pertanggungjawaban di hadapanNya. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 18.18