Opini Aktual

Selasa, 09 Juli 2019

Poligami Menurut Ajaran Tauhid

Poligami menurut ajaran Tauhid adalah dibenarkan, namun demikian ajaran ini mengedepankan prinsip akhlak mulia seorang manusia yaitu membatasi diri dari melampiaskan hawa nafu tanpa terkendali. Begitulah kiranya isi dari wejangan yang pernah disampaikan oleh guru kita.

Pada hari ini telah terjadi penjungkirbalikan ajaran tauhid yang berkenaan dengan poligami. Banyak umat Islam diajarkan untuk berpoligami, memiliki istri lebih dari satu orang. Dalil yang dipergunakannya adalah ayat al-Quran yang berikut ini.

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS 4:3)

Pada zaman sebelum agama Islam lahir di Arab, sudah menjadi kebiasaan masyarakat disana untuk memiliki istri dalam jumlah yang banyak. Ditambah dengan gundik dan budak, tanpa ada aturan pembatasan jumlahnya.

Nah, kemudian Allah swt memberikan batasan pada hal yang demikian itu, yaitu mengurangi jumlah istri sehingga maksimum empat saja, atau bahkan kalau dirasa akan dapat menganiaya perasaan wanita, maka cukup satu saja.

Pada hari ini, beberapa ustadz justru telah memutarbalikan isi semangat ayat al-Quran tersebut di atas dengan mengusulkan umat Islam untuk memiliki istri lebih banyak. Padahal Allah swt berkehendak sebaliknya, yaitu untuk mengurangi jumlah istri atau kalau dikhawatirkan akan menganiaya perasaan wanita cukup satu istri saja.

Bagi orang-orang yang beriman kepada ajaran Tauhid dan mereka yang waras akal sehatnya, maka mereka akan mengikuti ajaran Allah swt untuk mengurangi jumlah istri atau cukup satu istri saja. Yang demikian itu akan menjaga mereka dari perbuatan aniaya dan tidak mengumbar hawa nafsunya.

Sedangkan bagi orang-orang yang gemar untuk mengumbar hawa nafsunya, maka mereka akan memegang kuat deretan angka jumlah istri yang diperbolehkan oleh ayat tersebut di atas, tanpa menyadari esensi dan hakikat dari ayat itu. (AK/ST)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 22.54