Opini Aktual

Rabu, 10 Juli 2019

Mari Mengenal Diri Sendiri

Bagi orang-orang yang beriman, yang hati mereka itu senantiasa berzikir dalam rangka mengingat Allah swt, maka pasti akan terbetik suatu kerinduan untuk berjumpa dengan Allah swt. Seperti apakah Dia? Sebaik apakah Dia? Seindah apakah Dia? Sebesar apakah Dia?

Allah swt adalah Zat Yang Maha Gaib, tidak terlihat oleh mata manusia. Barangsiapa yang tidak berusaha untuk mencariNya, maka dia tidak akan pernah menemukanNya.

Bagi para pencari sejati, Allah swt memberikan petunjuk di dalam al-Quran cara untuk dapat berjumpa denganNya.

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ
أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Dia itu al-Haq. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS 41:53)

Ketika pertama kali Nabi Musa as berjumpa dengan Allah swt di lembah Thuwa, maka apa yang dijumpai oleh Musa as adalah tanda-tanda Allah swt di wilayah bumi, sebagaimana ayat tersebut di atas. Sedangkan Nabi Ibrahim as pertama kali berjumpa dengan tanda-tanda Allah swt tersebut adalah di dalam dirinya sendiri.

Lalu bagaimana caranya kita bisa menjumpai tanda-tanda Allah swt di dalam diri kita sendiri? Cobalah berusaha untuk mengenal diri sendiri. Bahwa manusia itu tidak sesederhana berupa jasmani dan rohani semata. Di dalamnya ada qalbu, hati nurani manusia yang luasnya dan dalamnya tidak terukur. Di dalam hati nurani itulah bersemayam rahasia dari tanda-tanda Allah swt. Oleh sebab itu berusahalah untuk dapat menemukanNya.

Manusia itu adalah wujud dari rahasia Allah swt, dan Allah swt itu sendiri adalah rahasia dari keberadaan manusia. Ingat, barangsiapa yang tidak berusaha untuk mencariNya, maka dia tidak akan pernah menemukanNya. (AK)


Diposkan Oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN at 00.07