Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 22 September 2015

Awas Jangan Menjadi Pemakan Bangkai

Saudaraku umat Islam, awas jangan sampai kita ini menjadi pemakan bangkai.

Tahukah anda bahwasanya banyak sekali praktek penyembelihan hewan yang ada saat ini jauh dari sempurna? Para penyembelih hewan itu memang menyebutkan nama Allah, akan tetapi siapa yang menjamin bahwa mereka itu ingat Allah pada saat menyembelihnya? Mereka para penyembelih itu tidak perduli bagaimana proses kematian binatang yang disembelihnya, demikian juga tidak tahu dan tidak perduli kemana perginya ruh binatang sembelihan itu.

Dengan demikian yang terjadi kebanyakan dari praktek penyembelihan hewan saat ini adalah: ketidaksempurnaan pelaksanaan ibadah penyembelihan. Akibatnya hasil sembelihan hewan tersebut tidak berbeda dengan hewan yang disembelih oleh ornag-orang non-muslim, tanpa menyebut nama Allah sama sekali. Hasil sembelihan hewan saat ini tidak ubahnya dengan bangkai.

Apakah selama ini anda sadar kalau seringkali daging yang kita makan jangan-jangan adalah bangkai?

Akibat dari memakan bangkai adalah timbulnya penyakit yang bersumber dari daging tersebut, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, stroke, dll. Kita seringkali mendengar keluhan tersebut bukan? Seseorang yang gemar makan daging akan menderita kolesterol tinggi dalam darahnya yang berujung pada serangan stroke. Hal ini adalah dikarenakan daging yang sering kita konsumsi pada hakekatnya adalah bangkai.

Hewan yang disembelih dengan tata cara Rasullullah saw tidak seperti itu. Tata cara menyembelihnya pun teratur, dimulai dengan mengingat Allah swt, meminta kerelaan dari sukma hewan untuk disembelih, dst. Menyembelihnya pun disertai dengan ilmu pengetahuan yang mencukupi sehingga teratur jalannya nafas terakhir dan teratur pula jalannya ruh lepas dari tubuh hewan tersebut. Sehingga tidak tersisa bau dan karakter hewan dari daging yang ditinggalkannya.

Ruh diantar oleh malaikat Izrail untuk kembali kepada Allah swt, sehingga tidak gentayangan dan kalangkabut kemana-mana.

Dalam yayasan YAKDI kami diajarkan oleh guru tata cara penyembelihan seperti ini, sehingga kami mengerti bagaimana menyempurnakan hewan sembelihan.

Daging yang tertinggal tidak bau, kondisinya sangat baik dan tidak menimbulkan dampak penyakit apabila dikonsumsi. Inilah daging sembelihan yang halallan Thoyiban.

Sangat berbeda sekali dengan bangkai bukan?

Bagaimana? Apakah anda yakin para penyembelih hewan yang biasa kita makan itu sudah memiliki keahlian dan tingkat keimanan seperti itu? Awas jangan menjadi pemakan bangkai. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.10