Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 27 September 2015

Betapa Bodohnya Umat Manusia

Bayangkan, pernahkah anda membayangkan apabila anda terlahir sebagai anak dari iblis? Anda, Orang tua dan leluhur anda sudah turun temurun termasuk dalam mahluk yang dikutuk oleh Allah.

Dari zaman dahulu kala sepanjang sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini, leluhur anda iblis berperan dalam setiap kejadian besar untuk membelokan anak cucu Adam dari jalan yang lurus. Pada saat Musa as meninggalkan kaum Yahudi untuk menuju gunung Sinai, leluhur anda iblis telah menggoda manusia (Samiri) untuk mengajak kembali menyembah anak sapi. Ketika para uskup dan pemuka agama Nasrani mengadakan konsili di Niceaea (antara Turki – Suriah), leluhur anda iblis pun berperan menghasut manusia untuk menghabisi ajaran Kristen Nestorian dan Ortodoks (Ortodoks – dalam bahasa arab berarti Sirrat-al Mustaqiim – Jalan yang lurus).

Pada saat Ibrahim as hendak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail, leluhur anda iblis pun menggodanya, menggoda Ismail dan menggoda siti Hajar. Ibrahim as melempari iblis dengan batu sehingga mata iblis luka parah dan buta.

Apabila anda adalah seorang iblis.... Melihat ulah manusia saat ini, melaksanakan ibadah melempar jumrah di Mina, maksudnya adalah untuk melempari iblis dengan batu, tapi justru yang menjadi korban adalah manusia itu sendiri. Ratusan bahkan bisa jadi lebih dari seribu orang yang menjadi korban meninggal dunia dan luka parah.

Saat ini, apabila ada Ibrahim as hidup di masa kini, maka yang menggantikan fungsi iblis adalah manusia.

Sebagai iblis mungkin anda akan tertawa terbahak-bahak. Betapa bodohnya umat manusia.

Dalam pengajian guru menjelaskan, sangat ironis bahwa manusia melempari iblis dengan batu di Mina, tapi tidak ada satu pun lembaga agama, organisasi maupun pemuka agama yang memiliki program untuk memusuhi iblis, membuat benteng perlindungan dan memohon pertolongan Allah untuk menghambat hasutan iblis. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 13.21