Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Jumat, 2 Oktober 2015

Antara Kaum Beragama dan Kaum Yang Ber-Tauhid

Apabila anda mengasumsikan bahwa setiap orang Islam itu adalah orang yang ber-Tauhid, maka asumsi anda itu salah besar. Tidak semua orang Islam adalah orang yang ber-Tauhid kepada Allah swt. Orang yang ber-Tauhid adalah orang yang sudah diwisuda oleh Allah sebagai orang yang beriman.

Seorang pelajar yang menimba ilmu pengetahuan di sekolah, maka secara teratur dan berkala perkembangannya dimonitor dan dipelihara oleh guru dan orang tuanya, dimulai dari sekolah TK, kemudian SD dan SMA, dan seterusnya sampai ke perguruan tinggi. Setiap tahunnya diperhatikan agar pelajar tadi senantiasa dalam perkembangan yang selalu meningkat. Hingga akhirnya si pelajar tadi menjadi mahasiswa dan akhirnya setelah melewati berbagai macam ujian dan dinyatakan luus maka dia berhak untuk diwisuda sebagai sarjana.

Seorang pemeluk agama Islam, sayangnya tidak memperhatikan hal ini. Dalam kehidupan beragama seseorang tidak ada atau sedikit sekali yang memperhatikan apakah setiap tahunnya seseorang tadi berada pada level yang selalu meningkat ataukah tidak sama sekali. Orang kebanyakan tidak acuh kepada perkembangan agama yang dipeluknya sendiri.

Padahal dalam realitas dunia nyata di kehidupan, Allah senantiasa memberikan ujian agar kita bisa meningkat. Akan tetapi kebanyakan dari kita tidak menyadari dan memperdulikan hal ini. Kebanyakan dari kita sudah puas dengan menyandang predikat sebagai orang Islam.

Tahukah anda bahwa di hadapan Allah swt, hampir tidak ada artinya apakah seseorang itu merupakan umat Islam atau bukan. Yang sangat berarti di hadapan Allah swt adalah apakah seseorang itu merupakan orang yang beriman atau bukan, dan tidak setiap orang Islam adalah orang yang beriman atau ber-Tauhid.

Jadi, mengapakah manusia tidak banyak yang memperhatikan hal ini? Membiarkan kehidupannya berjalan apa adanya tanpa ada keinginan untuk meningkatkan dirinya kepada derajat menjadi orang yang beriman. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 00.05