Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 27 Juni 2015

Ramadhan: Jangan Mengumbar Nafsu saat berbuka puasa

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta mereka tidak berlebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah-tengah antara yang demikian.”(QS 25:67)

Puasa di bulan Ramadhan pada hakikatnya adalah untuk mengekang dan mengendalikan hawa nafsu, nafsu makan, nafsu syahwat, nafsu amarah dan nafsu untuk bermalas-malasan. Banyak dari kaum muslimin saat ini apabila menjelang berbuka puasa di sore hari atau pada saat sahur, banyak sekali menyiapkan makanan. Nafsu makan seakan diumbar sepuas-puasnya pada saat berbuka dan makan sekenyang-kenyangnya pada saat sahur.

Akibatnya pengeluaran biaya makan saat Ramadhan justru membengkak dan lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Harga barang kebutuhan pokok di pasar pun melonjak, karena permintaan yg jauh lebih besar justru pada bulan Ramadhan.

Kami menghimbau kepada saudara-saudara kami kaum muslimin agar bersikap sederhana pada saat berbuka puasa atau makan sahur. Tidak perlu berlebihan. Karena tidak akan ada faedahnya berpuasa dengan menahan hawa nafsu di siang hari dan mengumbarnya pada malam hari.

Berpuasa = sederhana, apa adanya, sabar menahan lapar, menahan syahwat, menahan amarah dan rajin. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 23.45