Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 15 Oktober 2015

Mari Menjadi Bagian dari Umat Yang Beriman Kepada Allah

Hampir setiap orang Islam telah didoktrin oleh para ulama, bahwa hanya umat Islam lah yang akan masuk surga kelak di hari akhirat nanti. Ketika ditanya lebih jauh lagi: umat Islam yang mana? Maka jawabannya adalah umat Islam dari aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Jadi bukan dari golongan Syi’ah, apalagi dari aliran Ahmadiyah. Bukan pula dari pemeluk agama lainnya, apalagi Nasrani dan Yahudi.

Begitulah perilaku umat beragama dari jaman dahulu kala, satu dengan lainnya saling meng-klaim bahwa surga hanyalah untuk golongannya saja.

Akibat dari pemahaman seperti ini maka tiap-tiap orang dengan doktrin dari agamanya masing-masing, dari golongan dan alirannya masing-masing akan berlomba-lomba untuk saling berebut pengaruh. Dimulai dari debat agama tingkat individu, kelompok masyarakat sampai dengan adu penyebaran agama dan golongannya.

Hingga pada satu titik di suatu wilayah yang peka, maka perpecahan dan kerusuhan atas dasar agama akan tersulut. Kekacauan mudah tersulut, seperti di Tolikara di Irian Jaya, kerusuhan di Sampang Madura sampai dengan Singkil di Aceh. Ketika jumlah dari pengikut suatu agama atau golongan jumlahnya sedikit bertambah, atau jumlah tempat ibadah salah satu agama bertambah maka kerusuhan bisa saja terjadi.

Ketika suatu kaum dari suatu agama atau golongan tertentu meng-klaim bahwa hanya golongannya sajalah yang akan masuk surga, sedangkan golongan lainnya adalah calon penghuni neraka, maka pemahaman seperti inilah yang akan mengantarkan bangsa ini kepada perpecahan dan malapetaka.

Saudara-saudaraku, Surga adalah milik Allah. Siapa saja yang akan diperbolehkan memasukinya hanyalah hak mutlak Allah saja. Tidak ada suatu golongan tertentu yang memiliki hak atas surga.

Allah akan memasukan ke dalam surga siapa saja diantara hamba-hambanya atas dasar anugerah-Nya., pemberian-Nya.

Tuhan dari umat Islam, Tuhan dari umat Nasrani, Tuhan dari umat Hindu, Tuhan dari umat Budha, Tuhan dari umat Konghucu dan Tuhan dari seluruh manusia yang tidak mengakui adanya Tuhan sekalipun, adalah satu Tuhan yang sama. Tuhan dari seluruh mahluk di seluruh penjuru semesta adalah satu Tuhan yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan kita semua.

Apakah anda sudah mengenal Tuhan itu? Apakah anda sudah menyatakan ikrar ingin menjadi hamba Tuhan? Apakah anda sudah diuji oleh Tuhan tadi? Apakah anda sudah lulus melewati ujian dari Tuhan? Sudahkah anda menjadi orang yang beriman kepada Tuhan?

Seseorang yang beriman kepada Tuhan, maka dia akan menyadari jati dirinya sendiri, dimana dia berada, untuk tugas apa dia hidup di atas dunia ini dan berdasarkan perintah Tuhan yang mana. Orang yang sudah beriman memahami bahwa tidak ada gunanya untuk memicu kerusuhan, berebut pengaruh dan bertikai karena urusan agama.

Tuhan dalam pemahaman agama manapun tidak menghendaki kerusuhan dan malapetaka bagi umat manusia.

Guru mengajak orang-orang untuk meninggalkan sentimen agama, menuju kepada keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tempat kedamaian yang sejuk dan mengayomi seluruh umat manusia dari berbagai agama dan golongan itu berada. Damai dan sejahtera, saling menghormati dan saling menghargai kedudukan dan posisinya masing-masing di hadapan Tuhan. Karena kedudukan tiap-tiap orang, tiap golongan itu tidak sama di mata Tuhan.

Mari kita menjadi bagian dari umat Yang Beriman Kepada Allah. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 12.37