Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Senin, 19 Oktober 2015

Berhenti Hanya Memikirkan Diri Sendiri

Pada hakekatnya manusia adalah mahluk yang egois, segala sesuatu hal dipandang dari sudut pandang apakah sesuatu tadi baik atau tidak menurut ukuran kepentingan manusia. Apakah menebang pepohonan atau menyembelih hewan untuk bahan santapan, kesemuanya itu dinilai baik atau buruknya dari sudut pandang kepentingan manusia. Sampai-sampai nilai etika dan hukum agama diatur demi untuk kepentingan manusia semata.

Sedemikian rakusnya manusia, sehingga setiap menitnya Indonesia kehilangan hutan seluas tiga kali lapangan sepakbola. Jumlah spesies hewan telah berkurang tinggal separuhnya selama kurun waktu 40 tahun terakhir dan yang paling menyedihkan adalah harimau jawa dan bali sudah punah, bahkan gambar atau fotonya saja kita tidak punya.

Ini adalah bukti nyata betapa manusia selama ini hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak pernah memikirkan alam lingkungan dan alam semesta secara luas. Meskipun ajaran agama Islam telah mewajibkan umatnya untuk mencontoh suri tauladan dari Rasullullah sebagai rahmatan lil alamin, akan tetapi pada kenyataannya hampir tidak ada umat Islam yang peduli pada lingkungannya, apalagi terhadap alam semesta.

Organisasi-organisasi dunia yang bergerak untuk melestarikan alam lingkungan, melindungi satwa langka, harimau dan gajah Sumatera, orangutan di Kalimantan, atau badak di Ujung Kulon, adalah organisasi yang diprakarsai oleh orang-orang non-muslim.

Sebagian terbesar umat Islam saat ini justru sibuk dengan berbagai urusan pribadi yang mengurusi diri sendiri, seperti doa ketika diri ini bangun tidur, doa ketika diri ini mau mandi, mendirikan sholat, menghitung berapa kali lipat pahala orang yang sholat berjamaah di mesjid, berpuasa, sampai dengan menunaikan ibadah haji. Keseluruhan aktivitas dan urusan terbesar umat Islam saat ini adalah di seputar mengurusi diri pribadi sendiri.

Dalam salah satu kesempatan pengajian di yayasan Yakdi, guru mengajarkan kepada murid-muridnya untuk berlepas diri dari hanya mengurusi diri sendiri. Mulailah dengan memperhatikan dan mengurusi alam semesta ini, melakukan aktifitas dan ibadah dalam rangka untuk memelihara alam linkungan.

Ternyata amalan yang ditujukan untuk kepentingan alam semesta di luar kepentingan pribadi dan manusia adalah merupakan amalan yang hanya diminati dan dilakukan oleh segelintir kecil orang saja. Tidak banyak orang yang tertarik untuk bersusah payah berkorban untuk kepentingan di luar pribadinya, sangat sedikit sekali.

Inilah jenis amalan yang sepi, kurang peminat dan tidak banyak yang memperdulikannya. Kalau anda melakukan jenis amalan seperti ini, jangan harap anda akan terkenal. Mungkin hanya anda dan Allah saja yang mengetahuinya. Sangat berbeda dengan amalan pergi haji misalnya, maka seisi kampung sampai yang paling pelosok sekalipun mungkin mengetahuinya. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.55