Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 24 Oktober 2015

Menghidupkan Qalbu dengan Zikir

Kebanyakan dari kita sudah salah dalam mengartikan Qalbu. Qalbu bukanlah hati ataupun jantung manusia yang secara fisik bisa dilihat dan disentuh ini. Qalbu manusia jauh lebih dalam dari itu, itulah tempat keberadaan kita yang sejati.

Apabila anda mengucapkan zikir melalui lisan dan ucapan saja, maka hanya mulut anda saja yang berzikir. Atau apabila anda hanya mengikutsertakan pikiran anda dalam berzikir, maka hanya otak anda saja yang berzikir. Sejatinya diri anda yang berada di dalam qalbu tidak pernah anda ajak untuk berzikir.

Nah, guru memberi contoh dimensi lain dalam berzikir. Apabila anda mengajak diri anda yang bersemayam di dalam qalbu anda untuk berzikir, maka qalbu anda akan hidup, berdenyut dan terus menerus mengucapkan zikir sebagaimana yang anda perintahkan.

Zikir di dalam qalbu anda ini akan berlangsung terus menerus di luar alam sadar anda, dan akan berhenti dengan sendirinya tatkala anda masuk ke dalam toilet atau tempar yang kotor, tanpa anda perintahkan.

Qalbu yang senantiasa berzikir, senantiasa memuji Allah dan senantiasa berikrar kepada Allah, inilah yang disebut dengan Qalbun Salim, Qalbu-nya orang Islam. Dalam Al-Quran disebut juga dengan Qalbu yang hidup, berdenyut dan bernafas dengan zikir kepada Allah.

Apabila qalbu seorang manusia berzikir kepada Allah, maka dia akan memerintahkan anggota tubuh lainnya untuk turut serta ikut berzikir pula karena qalbu adalah raja dan tubuh anda adalah anggota kerajaannya. Dia akan memerintahkan otak dan alam sadar maupun alam bawah sadar manusia untuk ikut berzikir. Dia juga akan memerintahkan mulut untuk ikut serta untuk berzikir juga. Zikir multi-dimensi, inilah yang dicontohkan dan diajarkan oleh guru kepada murid-muridnya.

Maha suci Allah Yang Maha Benar, dalam al-Qur’an diterangkan bahwa apabila qalbu ini baik dan suci, maka akan baik pulalah seluruh tubuh manusia.

Apabila qalbu anda saat ini tidak melakukan zikir, maka qalbu tersebut akan diam saja tidak melakukan apa-apa, qalbu yang tidur. Mirip dengan qalbu yang mati.

Apabila qalbu anda saat ini melakukan zikir, maka qalbu anda akan berdenyut dan bernafas memuji Allah. Itulah qalbu yang hidup, qalbu-nya orang Islam. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 15.05