Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 31 Oktober 2015

Manusia Adalah Khalifah Allah di Muka Bumi

Sebelum diciptakan manusia, Allah berfirman kepada malaikat seperti berikut ini:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ
فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS 2:30)

Kemudian Allah setelah itu menciptakan Adam as. untuk dijadikan khalifah di muka bumi ini. Apakah yang dimaksud dengan khalifah?

Kebanyakan orang salah kaprah dalam mengartikan kata khalifah. Khalifah bukanlah berarti pemimpin ataupun raja (al-Malik), akan tetapi Khalifah disini berarti wakil dari Allah. Jadi manusia itu harus mewakili Allah dalam hal memelihara alam semesta, menebarkan kasih sayang dan cinta kasih ke seluruh mahluk, menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran serta memakmurkan dunia.

Khalifah bukanlah merupakan jabatan, ataupun pangkat yang diberikan Allah kepada manusia. Akan tetapi Khalifah adalah amanat dari Allah yang dibebankan kepada manusia dan menjadi tanggung jawab manusia.

إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا
وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS 33:72)

Oleh karena manusia adalah wakil dari Tuhan di muka bumi ini, maka tiap-tiap diri seharusnya bisa merasa menjadi wakil Allah. Mata ini adalah wakil dari Allah untuk melihat, telinga adalah wakil dari Allah untuk mendengar, hidung adalah wakil Allah untuk mencium aroma, dst. Untuk keperluan mengemban tugas sebagai wakil Allah, maka Allah melengkapi manusia dengan segenap Kemampuan Allah, seperti kemampuan berfikir, kemampuan mencinta, kemampuan menyadari, kemampuan perasaan yang halus dan tajam, dan segala kemampuan lainnya yang tidak dimiliki oleh segenap mahluk lainnya.

Manusia yang adi luhung memiliki derajat yang paling tinggi diantara segenap mahluk Allah lainnya. Sebagaimana Rasullullah saw memiliki derajat kedekatan dengan Allah melebihi mahluk lainnya, sehingga pantas untuk diberi gelar sebagai ‘Habibullah’ – Yang Paling Dicintai Allah.

Setiap bayi manusia yang lahir ke muka bumi ini mereka dibebani amanat dari Allah tersebut, yaitu setiap manusia memiliki tugas masing-masing dan kewajiban dari Allah. Amanat itu berupa suatu tugas hidup yang harus dijalaninya selama hidup di dunia ini, yaitu misi bagi hidupnya.

Apakah anda sudah mengetahui amanat Allah apa yang harus anda laksanakan dalam hidup ini? Kalau belum tahu, bagaimana mungkin anda bisa menjadi khalifah-Nya? Apa yang akan anda pertanggungjawabkan nanti di akhirat apabila amanat itu tidak anda laksanakan? (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 21.35