Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 28 Juni 2015

Allah Tujuan Kami

Kalimat di atas sudah menjadi jargon kebanyakan kaum muslimin, akan tetapi jargon tersebut sejatinya masih jauh dari realitas sesungguhnya. Apabila anda bertanya kepada kebanyakan kaum muslimin: “apakah tujuan hidup dan pengabdian ibadah di dunia ini?”

Maka sebagian besar jawabannya adalah: “Agar bisa masuk surga.” Ya tujuan kebanyakan kaum muslimin adalah surga.

Hal ini adalah pemahaman pelik yang sering kali para pendakwah telah salah menyampaikannya.

Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
وَمَا لِيَ لاَ أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Mengapa aku tidak menyembah Tuhan yang telah menciptakan aku, dan yang hanya kepadaNya-lah kamu semua akan dikembalikan.” (QS 36:22).

Setelah seorang muslim bersumpah dengan kalimat syahadah, maka seorang hamba seharusnya menyerahkan seluruh hidup dan kehidupannya hanya kepada Allah, sehingga hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya, bukan surga. Menyerahkan seluruh nasib dan kehidupan kita kepada Allah, begitulah seharusnya.

Surga bukanlah tujuan, percayalah sahabat bahwa perjalanan hidup anda tidak akan berakhir di surga. Karena setelah itu anda harus melanjutkan hidup untuk menuju kepada-Nya, tempat kembali yang sesungguhnya.

Kita semua berasal dari Allah, dan hanya kepada Nya kita akan kembali. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 20.31