Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Kamis, 2 Juli 2015

Melantik Pejabat Muslim dengan Syahadat

Untuk kesekian kalinya kami dari YAKDI mengajak dan merekomendasikan tata cara sumpah pelantikan pejabat muslim di Republik Indonesia dengan menggunakan Syahadat. Jadi bukan sekadar ucapan: “Demi Allah saya bersumpah....”

Apa Gunanya Sumpah Pelantikan menggunakan Syahadat ?

Dengan bersumpah menggunakan Syahadat, berarti seorang muslim menyerahkan segala urusannya kepada Allah, sehingga dengan demikian maka penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia dikuasai dan didasarkan pada kehendak dan pertolongan dari Allah. Peran serta pejabat adalah dalam hal berusaha dan melakukan ikhtiar dengan berlandaskan kepada ketaatan, ketakwaan dan petunjuk Allah.

Indonesia adalah negara yg berlandaskan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang mendeklarasikan diri sebagai negara Tauhid.

Sebagai negara Tauhid maka sudah semestinya penyelenggaraan kehidupan bangsa dan juga penyelenggaraan pemerintahan Indonesia harus berlandaskan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian penyelenggaraan negara bukan berdasarkan keinginan dan kegiatan dari pribadi pejabatnya saja, tanpa mengakui perlunya pertolongan dari Allah dan memberi hak Allah untuk mengawasi, menghukum dan meng-azab setiap penyelewengan yg dilakukan oleh pejabat.

Apa jadinya kalau Sumpah Jabatan tanpa Sayahadat?

Akibatnya adalah maraknya penyelewengan dalam pemerintahan, kesia-siaan ikhtiar dan usaha karena tidak mengharapkan pertolongan Allah dan kelabakan dalam mengawasi pejabat dari kasus korupsi yg masif karena pemerintahan ini berlepas diri dari pengawasan Allah. Hal ini adalah kondisi yang disukai dan dipilih oleh musuh bersama manusia: syaitan dan iblis.

Dalam hal ini Yakdi sudah melihat dan membuktikan sendiri peran dari iblis dalam pemerintahan kita melalui para pejabatnya yg menyeleweng dan korup. Yakdi menyadari bahwa iblis memiliki kepentingan untuk menghambat dan menyingkirkan ide untuk melakukan sumpah jabatan dengan Syahadat.

Oleh sebab itu, untuk yang kesekian kalinya, kami dari Yakdi mengajak pemerintah untuk melantik pejabat dengan menggunakan Syahadat. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 15.39